Be Fair! Dominasi Netral Laki-Laki dan Perempuan dalam Dekorasi Kamar

Dekorasi Kamar Bagi Pasangan

Laki-laki dan perempuan memiliki preferensi masing-masing mengenai dekorasi kamar tidur ideal. Namun, bagaimana jika mereka adalah pasagan suami istri yang harus berbagi kamar? Siapa yang kira-kira akan mendominasi? Ya, mayoritas suami akan “mengalah” dan membiarkan sang ratu berjaya, mendekorasi sarang mereka.

Jika si istri objektif maka si suami tidak perlu khawatir kamarnya akan kental unsur feminim. Namun, apa Anda yakin istri Anda akan bertindak demikian? Menurut artikel terbitan laman houzz.com, banyak wanita yang gagal menjadi objektif dan berakhir dengan kamar yang lebih feminim tanpa ada kesan maskulin.

Anda bisa saja menjadi acuh (atau pasrah) dengan pilihan istri Anda. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya dekorasi kamar tidur memengaruhi kesehatan pikiran dan keseimbangan emosi? Sebagai area privat dan tempat beristirahat, dekorasi kamar tidur, secara tidak langsung, memengaruhi mood dan kestabilan pikiran.

Orang dengan desain kamar yang sesuai dengan preferensi dan kepribadian mereka cenderung memiliki kualitas tidur lebih baik. Dan, karena alasan itulah, kesehatan pikiran dan kestabilan emosi mereka relatif lebih baik daripada mereka yang secara tidak sengaja atau “terpaksa” terjebak di dalam kamar yang didekorasi oleh orang lain.

Jalan tengah yang dapat diambil adalah dengan saling berkompromi satu sama lain. Elemen-elemen kamar tidur tidak boleh memberatkan salah satu sisi. Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah dengan memilih warna yang tepat. Pada dasarnya, Anda dapat memilih warna apa pun di kamar tidur Anda. Namun gradasi warna hitam, oranye, biru, hijau, cokelat, dan krim dapat menjadi pilihan netral bagi Anda dan pasangan. Tidak berarti Anda harus menutup semua permukaan dinding dengan salah satu warna tersebut. Mengaplikasikan warna-warna di atas di berbagai bagian kamar akan menjadikan aksen yang pas untuk Anda dan pasangan. Misalkan, Anda bisa memilih warna hitam untuk backdrop dan mengombinasikannya dengan karpet bulu berwarna abu-abu untuk kesan intim dan hangat

Dekorasi Kamar Bagi Pasangan

Foto: The-ModernHome/Blogspot

Kedua, cobalah untuk menguasai satu bagian lalu mengalah di bagian lainnya. Konsep Her style his color dapat Anda pakai sebagai acuan. Jika si istri menginginkan konsep kontemporer dengan banyak motif sementara sang suami kurang menyukai pilihan tersebut, maka sebaiknya sang suami berkontribusi dalam menentukan aspek lain dari kamar tersebut; tentang pilihan warna atau aspek lainnya.

Terakhir, siapa pun Anda, tidak peduli laki-laki atau pun wanita, mengekspresikan jati diri adalah suatu keharusan. Dimulai dengan dekorasi kamar yang tepat, cobalah untuk melihat ke dalam diri Anda dan pasangan dan jangan takut untuk mengekspresikan kepribadian Anda berdua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *