Hindari Warna-Warna di Bawah ini untuk Interior pada Rumah

warna interior rumah

Beberapa waktu yang lalu, sekelompok peneliti dari Australia menemukan warna yang menurut mereka warna terjelek di dunia. Sebagaimana yang telah dilaporkan oleh harian Brisbane Times, warna terjelek tersebut ditemukan berdasarkan hasil dari tujuh penelitian yang berbeda terhadap 1000 orang.

Menurut 1000 orang yang diteliti tersebut, warna terjelek di dunia adalah warna opaque couche. Warna ini mengingatkan mereka pada limbah, selokan, kematian, dan tar pada rokok. Warna yang memiliki unsur cokelat tetapi berwarna keruh ini dianggap sebagai warna yang jelek dan tidak menarik.

Sebenarnya opaque couche merupakan salah satu gradasi dari warna cokelat tanah yang populer. Seperti yang kita tahu, berbagai macam warna yang merupakan gradasi dari warna cokelat tanah sering sekali digunakan sebagai warna interior rumah dan menjadi tren di tahun 2016 ini.

Tetapi tidak dengan warna opaque couche, warna ini dianggap sebagai warna yang buruk untuk interior rumah. Bahkan di beberapa negara, warna ini digunakan pada bungkus rokok. Alasannya tentu agar orang tidak tertarik membeli rokok tersebut, sehingga tingkat konsumsi rokok menurun.

Selain warna opaque couche ada beberapa warna lain yang harus kita hindari untuk warna interior rumah, di antaranya adalah:

1. Warna peach

Meskipun memiliki tone yang lebih ceria dan terang daripada warna opaque couche, warna peach atau warna buah persik dianggap tidak bagus untuk warna interior rumah. Menurut penelitian, warna peach yang diaplikasikan pada dinding dan dipadukan dengan warna lain akan menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan.

peach color

Walaupun begitu, warna yang sempat populer sebagai warna yang paling banyak digunakan arsitek untuk interior rumah pada tahun 1960an ini sangat bagus jika digunakan sebagai warna pakaian. Terutama bagi Anda yang menggemari boneka Barbie dan hal-hal yang terkesan feminin.

2. Warna oranye

Warna oranye sering sekali kita temui ada pada furnitur atau aksesori yang menghiasi rumah. Tetapi untuk warna interior terutama dinding dan atap, Anda sebaiknya menghindari warna ini. Warna oranye dianggap terlalu tegas dan mendominasi, sehingga tidak bisa dipadukan dengan warna lain.

orange color

Meskipun begitu, warna ini sempat populer dan menjadi warna interior rumah untuk ruangan berkonsep retro. Warna yang identik dengan budaya tahun 1970an itu dianggap sebagai warna yang cerah dan hangat. Karena oranye mengingatkan kita akan warna matahari atau langit saat senja.

3. Warna kuning

Dalam psikologi warna, warna kuning pada dinding atau atap akan membuat orang yang melihatnya merasa gelisah. Warna ini dianggap terlalu terang dan cerah sehingga membuat beberapa orang tidak nyaman saat melihatnya. Jika diaplikasikan pada pakaian atau benda lainnya, warna kuning memang terlihat sangat menarik.

yellow color

Tapi untuk warna interior rumah, lebih baik jika Anda menghindari penggunaan warna kuning terutama kuning terang. Menurut para ahli desain interior, warna kuning pada dinding dinilai terlalu berlebihan dan norak. Warna ini juga dianggap jelek dan sulit untuk dikombinasikan dengan warna lain.

4. Warna pastel

Warna-warna teduh atau pastel sering sekali kita temukan pada ruangan yang memiliki konsep shabby chic. Warna pastel memang merupakan warna yang teduh dan berkesan feminin. Warna ini sempat populer pada tahun 2016, dan menjadi salah satu warna populer untuk interior rumah.

pastel color

Menurut  Heather Humphrey pendiri firma desain interior Alder and Tweed yang dikutip langsung oleh foxnews.com, warna pastel bukanlah warna yang tepat untuk digunakan sebagai warna interior rumah. Warna ini memberi kesan lembut sekaligus pucat.

Menurutnya lagi, warna pastel akan memberi kesan kuno dan muram pada sebuah ruangan. Berdasarkan pendapat Humphrey, saat mendesain ruangan ada baiknya jika kita menghindari penggunaan warna-warna pastel.

5. Warna hijau lumut

Warna hijau lumut merupakan salah satu gradasi warna cokelat tanah dan berwarna satu tingkat lebih gelap daripada warna opaque couche. Sama dengan opaque couche, warna hijau lumut dianggap tidak menarik dan terlalu muram untuk digunakan sebagai warna interior rumah.

parrot green color

Warna ini identik dengan warna lumut yang biasanya kita temukan di selokan atau sungai. Hindari penggunaaan warna hijau lumut untuk interior rumah. Jika Anda penggemar warna hijau, pilih gradasi warna lain yang lebih ceria dan memberi kesan sejuk.

Anda bisa menggunakan warna hijau daun untuk menghadirkan suasana alam ke dalam rumah, atau hijau kebiruan yang akan mengingatkan Anda pada lautan.

6. Warna merah terang

Sama halnya dengan oranye, warna merah terang dianggap terlalu terang dan mendominasi. Warna ini sulit dikombinasikan dengan warna lain karena akan menutupi keindahan warna lainnya. Hindari penggunaan warna merah, terutama warna merah koral pada interior rumah.

red color

Menurut psikologi warna, merah merupakan warna yang agresif, identik dengan seksualitas, dan dipercaya dapat meningkatkan emosi pada orang yang melihatnya. Meskipun begitu, memberi sedikit sentuhan warna merah pada sebuah ruangan akan menciptakan kesan modern dan elegan.

Misalnya, Anda bisa memasang sebuah pintu berwarna merah pada sebuah ruangan yang didominasi warna monochrome.

7. Warna-warna neon

Warna neon identik dengan budaya pop funk pada tahun 1980an. Untuk fashion atau aksesori penunjang penampilan, warna ini memang sangat menarik. Tetapi untuk warna interior rumah, neon adalah salah satu gradasi warna yang harus dihindari.

neon color

Warna neon dianggap terlalu terang dan memberi rasa tidak nyaman pada mata yang melihat. Warna-warna neon mirip dengan warna stabillo. Menggunakan warna neon pada sebuah ruangan akan memberi kesan berlebihan dan norak. Warna ini merupakan warna yang “buruk” untuk digunakan sebagai warna interior rumah.

8. Warna ombre

Ombre merupakan teknik pewarnaan yang memadukan beberapa warna senada sehingga menimbulkan corak berbentuk spektrum warna. Warna ini belakangan populer di kalangan para penggemar fashion dan pecinta seni. Beberapa orang ada yang mencoba untuk mengaplikasikan teknik pewarnaan ombre pada dinding rumah.

ombre color

Warna ini memang cantik dan unik jika kita ahli dalam pewarnaan ombre. Tetapi jika kita tidak memiliki sumber daya yang tepat dan kemampuan yang mumpuni, lebih baik hindari warna ombre untuk warna interior rumah. Warna ini juga tidak cocok untuk semua orang.

Bagi mereka yang tidak mengerti seni, warna ombre akan dianggap sebagai kesalahan pewarnaan saat mengecat dinding rumah.

Pemilihan warna interior rumah memang sebuah proses yang panjang dan penuh dilema. Apalagi jika kita menyukai sebuah warna dan ingin warna tersebut diaplikasikan pada interior rumah. Karena rumit inilah, pemilihan warna interior rumah tidak bisa disepelekan. Kita harus pintar-pintar mencari referensi dan informasi agar warna yang kita aplikasikan pada interior rumah memberi kesan indah sekaligus elegan.

Nah, itulah beberapa warna yang harus kita hindari ketika akan mendesain interior rumah kita. Terutama warna yang dianggap sebagai warna terjelek di dunia, yaitu opaque couche. Semoga informasi di atas bermanfaat, dan selamat bereksplorasi dengan warna saat mendesain interior rumah.

Selamat mencoba!

loading...

2 comments

  1. Keramik says:

    Nice info, terima kasih ilmunya 🙂

    Sebagai tambahan informasi saja, selain menggunakan cat dinding, rumah bisa juga dipercantik dengan keramik import. Selain terlihat lebih mewah dan elegan, keramik import juga lebih kuat dan awet, tidak perlu dicat ulang lagi. Keramik import dengan harga terjangkau bisa dilihat disini pusatkeramikmarmer.com

    1. admindrb says:

      Sama-sama, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *