4 Trik Menata Lemari Pakaian Minimalis

lemari pakaian minimalis

Menemukan pakaian yang ingin dipakai di antara tumpukan baju di lemari, rasanya bagaikan menemukan harta karun. Ada yang pernah mengalami hal ini? Tidak sedikit dari kita yang merasa kesulitan saat memilih baju karena tumpukan baju-baju yang berantakan di lemari.  Hampir tidak mungkin kita tidak membeli baju baru sama sekali. Namun, menambah isi lemari pakaian minimalis berarti membuat lemari semakin sesak dan amburadul jika tidak ditata dengan baik.

Tidak perlu membeli lemari baru untuk menyimpan baju dan aksesori. Anda cukup melakukan beberapa trik merapikan lemari pakaian yang efektif dan efisien. Lemari yang rapi akan membuat hidup Anda lebih mudah. Berikut ini beberapa trik menata lemari pakaian yang bisa Anda lakukan.

  1. Menyortir Isi Lemari

Anda seharusnya tidak menyimpan kenangan tentang mantan, apalagi menyimpan baju-baju usang yang sudah tidak terpakai. Langkah awal membuat lemari lebih rapi adalah memilih barang apa saja yang membuat lemari berantakan.

Bisa dikatakan, Anda memakai tidak lebih dari 50 persen barang yang ada dalam lemari. Bisa jadi karena Anda lupa dengan barang apa saja yang menumpuk di dalamnya. Oleh karena itu, mulailah membongkar lemari dan keluarkan semua isinya, kemudian sortir satu per satu. Identifikasi isi lemari dan pilah mana yang masih bagus dipakai dan mana yang jarang atau tidak ingin dipakai lagi. Baju dan barang bekas bisa Anda jual kembali di pasar barang second atau bisa Anda sedekahkan kepada yang lebih membutuhkan.

  1. Klasifikasikan Isi Lemari

Setelah lemari Anda bersih dari barang-barang yang tidak akan dipakai lagi, prioritas berikutnya adalah mengklasifikasikan barang-barang tersebut sesuai jenisnya. Untuk pakaian misalnya, kelompokkan dress dengan dress, kemeja dengan kemeja, kaos dengan kaos, celana dengan celana, dan seterusnya. Untuk Anda yang memiliki lemari cukup lebar selain klasifikasi jenis, Anda bisa memilah pakaian berdasarkan bahannya.

Setelah itu, pakaian-pakaian tersebut bisa Anda koordinasikan sesuai warna dan frekuensi penggunaannya. Pakaian-pakaian yang akan sering dipakai perlu diletakkan di atas atau di tempat yang lebih mudah dijangkau, misalnya kaus. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menemukan pakaian yang akan Anda pakai setiap hari. Teknik ini juga berlaku untuk barang-barang lain seperti aksesori, kaus kaki, dan sepatu.

  1. Gantung Pakaian dengan Hanger yang Tepat

Jika Anda tidak memiliki cukup ruang untuk menyusun pakaian di lemari, cobalah menggunakan hanger. Pilihlah hanger yang tepat untuk masing-masing jenis pakaian agar terlihat lebih rapi dan tidak mudah rusak. Hanger plastik sebaiknya digunakan untuk menggantung kemeja-kemeja yang mudah kusut atau berbahan jatuh seperti silk. Hanger kayu untuk menggantung blazer dan jas karena bisa mempertahankan bentuknya. Dan hanger jepit yang dilengkapi dengan penjepit untuk menggantung pakaian two pieces, celana, atau rok.

Selain pakaian, berbagai aksesori seperti sabuk, hijab, atau kalung, juga bisa Anda gantung di lemari dengan hanger bertingkat.

  1. Maksimalkan ruangan

Untuk menata lemari pakaian minimalis dengan rapi, Anda harus piawai mengatur ruang-ruang di dalamnya. Periksa pula apakah ada ruangan dalam lemari yang diisi oleh barang yang kurang tepat tempatnya. Jangan sia-siakan ruang di bawah pakaian yang digantung. Tempat ini bisa digunakan untuk menyimpan handuk atau seprai.

Untuk sepatu, Anda bisa menyimpannya di bagian atas lemari atau memasang rak di bawah lemari. Jika lemari Anda memiliki jenis pintu yang dibuka (bukan geser) bisa ditambahkan rak sepatu gantung di pintu tersebut.

Hal paling penting dalam menata lemari pakaian minimalis adalah konsistensi dan tidak bermalas-malasan. Jadwalkan secara rutin kapan harus menata ulang isi lemari. Agar lemari lebih menarik, berilah pengharum dan bersihkan bagian luar lemari dari debu secara berkala. Mudah, bukan?

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *