Tips Menjual Rumah Setengah Jadi

rumah setengah jadi

Idealnya pembangunan rumah dijual di bandung berjalan sesuai perencanaan, dana operasional untuk kebutuhan sumber daya mengalir lancar dari awal sampai akhir pekerjaan. Cuaca mendukung, lingkungan sekitar mendukung, dan kebutuhan material bangunan juga mendukung maka semua impian dan cita-cita memiliki rumah akan terwujud dengan cepat dan lancar.

Di luar hal ideal seperti yang digambarkan di atas, ada juga proyek rumah yang terbengkalai dan belum selesai atau setengah jadi. Untuk ukuran yang lebih besar, mari perhatikan di kota-kota besar di Indonesia, saya yakin kita akan menemukan bangunan besar yang masih dalam tahap pembangunan tetapi terbengkalai dan hanya menyisakan seonggok bangunan besar dengan dinding seng di bagian depannya.

Lihat saja di Jakarta, akhir-akhir ini kita melihat ada sebuah bangunan besar bertingkat yang diputuskan akan dihancurkan oleh pemerintah kota karena membahayakan. Bangunan bermasalah seperti itu bukan hanya satu atau dua saja tetapi bisa sampai lebih dari 10 bangunan jika diperhatikan lebih teliti. Di Bandung juga demikian, ada sebuah bangunan besar yang terbengkalai dalam status tidak jelas. Beberapa bulan ini bangunan tersebut akhirnya dibangun kembali, dibuat menjadi cantik dan fungsional. Di tempat lain juga sama, bangunan tersebut bukan tidak berkembang sebagian lagi terhenti karena berbagai persoalan yang dihadapi oleh kontraktornya.

Dalam skala mikro, bangunan rumah setengah jadi juga tak terhitung jumlahnya. Ada yang memang sengaja dihentikan sementara untuk kemudian dikerjakan lagi di waktu yang lain. Ada juga yang kemudian dijual kepada orang lain. Nah, inilah 2 (dua) tips menjual rumah setengah jadi yang mendasar jika anda berminat mengalihkannya kepada orang lain:

  1. Kelengkapan surat-surat kepemilikan. Surat-surat yang berhubungan dengan status rumah, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) mutlak harus dipersiapkan terlebih dahulu karena pembeli ingin mendapatkan kejelasan status di awal sebelum melanjutkan proyeknya.
  2. Kekuatan konstruksi yang terjamin. Jaminan konstruksi dari mulai pondasi, dinding, sampai konstruksi atap harus bisa memberikan ketenangan bagi kontraktor selanjutnya. Jika pembangunan baru sampai dinding juga demikian, dari mulai pondasi sampai dinding harus terjamin kekuatannya.

Itulah dua hal penting yang harus diperhatikan, modifikasi selanjutnya jika konstruksi dasar sudah kuat bisa dilakukan oleh arsitek yang ditunjuk oleh pemilik baru. Masalah bongkar ulang semua konstruksi sudah bukan lagi hak penjual karena pembeli sudah memiliki secara penuh bangunan setangah jadi dari anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *